Hutan Kota Tingkatkan Kualitas Lingkungan
Oleh A Jauhari
Hutan kota memiliki peran sangat penting, terutama dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup perkotaan sehingga menjadi lebih nyaman, segar, indah dan bersih. Selain itu, hutan kota juga dapat menciptakan keserasian lingkungan alam dan lingkungan binaan yang berguna bagi kepentingan kesejahteraan masyarakat perkotaan.
Pemerintah terhitung sejak November 2002 telah mewajibkan kepada seluruh penyelenggara pemerintahan kota dan kabupaten membuka sedikitnya 10% atau minimal 0,25 ha dari luas areal wilayahnya untuk dijadikan hutan kota. Ketentuan tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota yang ditetapkan pada tanggal 12 November 2002. Peraturan Pemerintah ini dimasudkan guna memberikan kepastian hukum bagi pembangunan hutan kota.
Berdasarkan peraturan di atas, pembiayaan pembangunan hutan kota dibebankan kepada APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan dilaksanakan oleh pemerintah kotamadya atau kabupaten. Pembangunan hutan kota merupakan bagian dari rencana tata ruang wilayah perkotaan yang disusun berdasarkan kajian aspek teknis, ekologis, ekonomi, sosial dan budaya.
Pembangunan hutan kota dimaksudkan untuk dapat menjaga kelestarian, keserasian, dan keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan dan sosial budaya. Sesuai dengan tujuannya, pembangunan hutan kota lebih ditekankan pada fungsinya untuk memperbaiki dan menjaga iklim mikro, nilai estetika, peresapan air, menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota. Selain itu, pembangunan hutan kota juga dimaksudkan untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.
Dengan meningkatnya kualitas lingkungan perkotaan akan memberikan kenyamanan serta kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan meningkatnya kualitas lingkungan perkotaan akan meningkatkan kualitas kesehatan, meningkatkan produktivitas, dan akhirnya dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat.
Lingkungan Perkotaan
Kegiatan masyarakat perkotaan mempunyai kecenderungan menurunkan kualitas lingkungan hidup, yang pada akhirnya dapat menurunkan kesejahteraan mereka. Telah terlihat adanya kecenderungan kegiatan masyarakat meminimalkan ruang terbuka hijau serta menghilangkan wajah alami perkotaan yang digantikan dengan lingkungan buatan.
Ruang terbuka hijau di perkotaan yang berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan serta membuat lingkungan menjadi sejuk dan segar telah banyak digantikan oleh bangunan beton. Kenyataan tersebut telah merubah suasana lingkungan alami yang sehat menjadi suasana lingkungan yang formal dan serba keras.
Berkurangnya ruang terbuka hijau di perkotaan menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara, penurunan air tanah, banjir atau penggenangan, penurunan permukaan tanah, instrusi air laut, abrasi pantai dan sebagainya. Suasana kota yang tidak menyenangkan tersebut membuat masyarakat perkotaan menjadi tidak nyaman tinggal di dalam kota serta menghambat produktivitas masyarakat.
Kegiatan ekonomis masyarakat perkotaan memang dapat menghasilkan peningkatan kesejahteraan, namun di sisi lain kegiatan ekonomis tersebut masih banyak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Terutama dilihat dari aspek tata ruang kota, kegiatan ekonomis masyarakat perkotaan cenderung mengurangi ruang terbuka hijau yang berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem kota.
Berkaitan dengan hal di atas, keberadaan hutan kota menjadi sangat penting dan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Menurut Fukuara (1987), hutan kota merupakan kumpulan tumbuhan berkayu di wilayah perkotaan yang memberikan manfaat besar dalam kegunaan perlindungan, estetika, rekreasi dan kegunaan khusus lainnya.
Hutan kota sebenarnya merupakan bagian program ruang terbuka hijau yang dinyatakan sebagai ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas, baik dalam bentuk membulat maupun dalam bentuk memanjang atau jalur di mana dalam penggunaannya lebih bersifat terbuka yang pada dasarnya tanpa bangunan. (Instruksi Mendagri No 14 Tahun 1988). Pelaksanaan program pengembangan ruang terbuka hijau dilakukan dengan pengisian hijau tumbuhan secara alamiah ataupun tanaman budidaya.
Kualitas Lingkungan
Hutan kota mempunyai peranan sangat penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup perkotaan. Menurut Nugraheni PH dan Sri Hastuti (1999), hutan kota mempunyai 24 peranan penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup perkotaan.
1. Hutan kota sebagai identitas kota. Jenis tanaman dan he- wan yang merupakan simbol atau lambang suatu kota dapat dikoleksi pada areal hutan kota. 2. Hutan kota berperan dalam pelestarian keanekaragaman ha- yati plasma nutfah. Plasma nutfah merupakan bahan baku keanekaragaman hayati yang penting untuk pembangunan di masa depan terutama di bidang pangan, sandang, pangan dan obat-obatan. 3. Hutan kota berperan sebagai penahan dan penyaring parti- tikel padat dari udara. Dengan adanya hutan kota parti kel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi akan dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses jerapan dan serapan. 4. Hutan kota berperan sebagai penyerap dan penjerap parti kel timbal. Sebagaimana diketahui pencemaran udara di perkotaan antara lain disebabkan oleh pembakaran bensin yang mengandung timbal. Sejumlah tanaman seperti damar, mahoni, pala, asam lindi dan johar diketahui mampu menurunkan kandungan timbal di udara. 5. Hutan kota berperan sebagai penyerap dan penjerap debu semen. Sebagaimana diketahui, laju pembangunan di perko taan sangat tinggi yang antara lain menimbulkan dampak negatif berupa polusi debu semen. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah tanaman seperti mahoni, tanjung, kenari, meranti merah dan kayu hitam mampu menjerap (adsorpsi) dan menyerap (absorpsi) debu semen. 6. Hutan kota sebagai peredam kebisingan. Kepadatan kenda- raan bermotor di perkotaan dapat menimbulkan kebisingan yang sangat mengganggu, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar jalan raya. Dengan menanam berbagai jenis tanaman dalam berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi di pinggir jalan raya atau di tengah sebagai pembatas jalan raya akan dapat merangi kebisingan, khususnya kebisingan yang bersumber dari bawah seperti kendaraan bermotor. 7. Hutan kota berperan dalam mengurangi bahaya hujan asam. Polusi udara di perkotaan dapat menghasilkan hujan asam yang berbahaya bagi kehidupan. Hujan asam yang mengan dung H2SO4 atau HNO3 apabila tiba di permukaan daun pepohonan akan mengalami reaksi yang menetralkan air hujan yang asam tersebut. 8. Hutan kota berperan sebagai penyerap karbon monoksida. Polusi udara berupa karbon monoksida yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakan minyak dapat berbahaya bagi manusia. Mikroorganisme serta tanah pada lantai hutan kota mempunyai peranan yang sangat baik dalam menyerap gas karbon monoksida dari udara yang semula konsentra sinya sebesar 120 ppm manjadi mendekati nol hanya dalam waktu 3 jam saja. 9. Hutan kota berperan sebagai penyerap karbon dioksida dan penghasil oksigen. Cahaya matahari akan dimanfaatkan tumbuhan hutan kota dalam proses fotosintesis yang berfungsi mengubah gas CO2 dan air menjadi karbohidrat dan oksigen.10. Hutan kota berperan sebagai penahan angin. Untuk tujuan ini perlu dipilih jenis tanaman yang memiliki dahan kuat, daun tidak mudah rontok, akarnya menghunjam ke dalam tanah serta tinggi dan lebar daun cukup besar.11. Hutan kota berperan sebagai penyerap dan penapis bau. Tanaman dapat menyerap bau secara langsung juga dapat menahan gerakan angin dari sumber bau.12. Hutan kota berperan dalam mengatasi penggenangan. Daerah rendah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan jenis tanaman yang mempunyai kemampuan evapotranspirasi tinggi. Dalam hal ini diperlukan jenis tanaman dengan jumlah daun banyak sehingga mempunyai luas permukaan daun untuk penguapan yang tinggi.13. Hutan kota berperan mengatasi intrusi air laut. Kota di daerah pantai perlu membangun hutan kota di daerah resapan air dengan jenis tanaman yang mempunyai daya evapotranspirasi rendah sehingga kandungan air tanah dapat dipertahankan.14. Hutan kota berperan sebagai hutan produksi terbatas. Un- tuk tujuan ini perlu dipilih jenis tanaman yang memili- ki nilai ekonomis tinggi sehingga pada saatnya nanti dapat dipanen kemudian dijual untuk menghasilkan pemasu kan bagi pemerintah daerah.15. Hutan kota berperan dalam menjaga kestabilan iklim mikro perkotaan. Hutan kota diperlukan untuk mengelola ling kungan perkotaan agar pada siang hari tidak terlalu panas sebagai akibat banyaknya jalan aspal, gedung bertingkat, jembatan dan sebagainya. Sebaliknya pada malam hari iklim mikro perkotaan dapat lebih hangat karena tajuk pohon dapat menahan radiasi balik dari bumi.16. Hutan kota berperan dalam pengelolaan sampah. Hutan kota dapat sebagai penyekat bau, pelindung tanah hasil bentu kan dekomposisi dari sampah dan penyerap zat berbahaya yang mungkin terkandung dalam sampah.17. Hutan kota berperan dalam pelestarian air tanah. Sistem perakaran tanaman dan serasah yang berubah menjadi humus akan memperbesar jumlah pori tanah dengan kemampuan menyerap air yang besar sehingga kadar air tanah akan meningkat.18. Hutan kota berperan sebagai penapis cahaya silau. Pohon dapat dipilih berdasarkan ketinggian dan kerimbunan tajuknya untuk meredam cahaya silau.19. Hutan kota berperan dalam meningkatkan keindahan. Ling kungan buatan di perkotaan walaupun bentuk, tekstur dan warnanya telah dibentuk sedemikian rupa tetap tidak alami. Dengan menghadirkan pohon di perkotaan maka akan tercipta keindahan yang telah ada menjadi makin sempur na.20. Hutan kota bermanfaat sebagai habitat burung dan satwa lain. Beberapa jenis burung membutuhkan pohon sebagai tempat mencari makan, bersarang dan bertelur. Dengan adanya hutan kota akan membuat sebuah kota menjadi hijau dan penuh dengan kicau burung.21. Hutan kota berperan penting bagi masyarakat perkotaan sebagai tempat untuk mengurangi stress. Hutan kota dapat memberikan kesejukan dan kesegaran sehingga menghilang kan kejenuhan dan kepenatan. Kicauan burung dan tarian burung akan menghilangkan kejemuan serta hutan kota dapat mengurangi kekakuan dan monotonitas.22. Hutan kota berperan mengamankan pantai dari bencana abrasi. Hutan kota berupa formasi hutan mangrove di pesisir pantai dapat meredam deburan ombak dan membantu proses pengendapan lumpur di pantai untuk pembentukan daratan baru. 23. Hutan kota berperan dalam meningkatkan industri pariwi sata. Aneka jenis tanaman dan satwa langka yang ditang kar di hutan kota dapat menjadi daya tarik bagi wisata wan domestik maupun mancanegara.24. Hutan kota berperan sebagai tempat penyaluran hobi dan pengisi waktu luang. Monotonitas, rutinitas dan kejenu han masyarakat kota perlu diimbangi dengan kegiatan lain bersifat rekreatif yang dapat disalurkan di hutan kota. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hutan kota memiliki manfaat sangat banyak bagi kesejahteraan masyarakat perkotaan. Hutan kota dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup, menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan serta bermanfaat sebagai sarana pengamanan lingkungan perkotaan. Selain itu, hutan kota dapat menciptakan keserasian lingkungan alam dan lingkungan buatan serta sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar